Posts

Recap Of Oase 2020 Term 1

We did 4 activities to prepare for the wide games, but due to the coronavirus, wide games got canceled. The 4 activities were: - Multilateral (by coach Oki) - Phone videography (by kak Dio) - Juru Rupa (by kak Nina, kak Vanda, kak Dudi, kak Samli, and kak Sari) - Writing (by kak Anne) All the activities we did were really fun, but the one that I enjoyed the most was Multilateral. I remember I wasn't really enjoying sports at that time. I didn't have any motivation to do sports. I've trained with coach Oki, and I know what training he's going to give us. And as I expected, the training was fun, we did some small runs and some other things. And after we finished training, I found the reason again why I liked sports. What I wish is probably more or less the same as now but with other useful stuff like this, by using methods like games or challenges.

Jurnal Wide Games

Image
Aku membuat infografis ada berapa stasiun KRL/MRT/halte Trans Jakarta di daerah Jakarta, untuk MRT itu paling gampang karena baru ada 12, KRL karena hampir setiap hari pakai jadi tau, tetapi untuk Trans Jakarta yang kukira hanya ada 100an, ternyata sampai 200 lebih. Untuk "Wide Games" aku akan memilih KRL dan Trans Jakarta. KRL karena untuk ke tujuan pertemuan, dan Trans Jakarta itu bisa hampir ke setiap tujuan yang tim aku dan aku inginkan. Walaupun MRT cepat, tapi MRT itu cukup jauh dari tempat-tempat asyik dan monumen yang aku ingin jumpai. Untuk Start point yang cukup strategis itu, di stasiun KRL Jakarta Kota, karena sudah dekat dengan Kota Tua dan setelah itu bisa melanjutkan ke tujuan berikutnya memakai Trans Jakarta. Dan untuk finish point yang strategis itu Manggarai. Karena kalau sudah selesai, semua orang bisa ke tujuan yang mereka inginkan.

Memenuhi Perut Di Pagi Sore

Image
Lebih baik mengosongkan perut dulu sebelum ke sana. Tanggal 22 aku bersama kakak-kakakku dan sepupuku terbang ke Padang Setelah mendengar dari orang tua aku dan sepupuku bahwa sampai Padang akan makan Pagi Sore, kami meminimkan sarapan kami, biar sepuas-puasnya menambah nasi dan lauk di sana. Kami ke sana menaiki Toyota Hiace. Dan kebetulan di sebrang Pagi Sore itu ada rumah makan Padang lain. Dan sayangnya kami parkir di depan rumah makan padang itu, jadi aku sempat tertipu. Tetapi setelah aku berbalik badan, bertemulah aku dengan "The OG Pagi Sore" dengan papan besar hijau yang bertulis "Rumah Makan Pagi Sore, Berdiri Sejak Tahun 1947".  Sesampai sana, aku merubah mindset aku yang hanya mengambil Ayam Gulai, menjadi lebih bervariasi, jadi aku mengambil tentu satu porsi nasi, Ayam goreng, pete rebus dan goreng balado, dan kuah gulai. Setelah satu gigitan ayam goreng, aku telah mendeklarasi bahwa ini ayam goreng terenak yang kute

Pengalaman Menjadi pemimpin

Pemimpin mungkin adalah perannya yang paling di inginkan atau tidak di inginkan. Kebetulan ada LDK, aku sudah merasa Aku bisa memimpin, dan tentu aku menganjurkan diri. Di sini Aku bilang ke hatiku "tanggung jawab kita akan banyak banget, tapi kita hanya menerima hasil terakhir, apakah Kita akan bagus atau tidak". Di persiapan regu saja aku sudah kesulitan, dan aku sudah hampir planning untuk menggagalkan regu aku untuk berangkat ke LDK. Tapi untungnya Ratri dan Khansa membantu aku, Ratri dengan memberi tenda tambahan karena aku tidak punya, dan Khansa untuk membuatkan benderaku. Di kegiatan LDK tersebut aku merasa reguku not bad, tapi sayang sekali tugas2 tambahan yang regu aku dapat, tidak semuanya bekerja. Aku berharap sekali reguku punya inisiatif. Waktu setiap regu diujikan, aku merasa kekompakan kami kembali, dan kami bisa survive hutan menyeramkan. Aku juga agak bangga bahwa reguku bisa tidak takut dan berani untuk melewatkan semuanya. Tapi tiba2 kami dipisahkan,

Presentasi Dengan Bahasa Indonesia yang Rapi

Experience presentasi pertama Di depan umum itu waktu Di OFest 2017. Baru mulai aja presentasi Di depan umum, orang2nya banyak banget. Perasaanku waktu itu gugup, tapi juga agak seru, karena Aku tipe orang yang tidak suka presentasi. Tapi Aku memaksakan diri karena setiap kesempatan harus diambil. Dan menurutku Aku melakukan presentasi tersebut dengan ok. Aku untungnya tidak dapet urutan pertama atau terakhir. Karena menurutku menjadi kedua orang itu adalah yang dipastikan akan menarik presentasi. Waktu itu juga Aku Masih grogi dan Aku sendiri Masih bergetar. Tapi melihat satu temanku yang kebetulan pakai Bahasa Inggris, mungkin next time Aku mau mencoba pakai bahasa Inggris.

Kegiatan Oase Term Lalu + OFest

Januari 9 - Taman Suropati - OFest - Mentor yang hadir: kak Vanda: Melakukan photoshoot OFest 2019 dengan hampir seluruh tim OFest Januari 16 - Rumah Inspirasi - OFest - Mentor yang hadir: kak Putri, kak Vanda, kak Shanty dan kak Nina Rapat tentang final report yang diberikan dari tim masing-masing. Januari 25 - I3L - OFest - Mentor yang hadir: kak Dudi, kak Vanda, kak Nina, kak Iyek, kak Putri, kak Shanty, kak Caivin, kak Raken, dan kak Reza memasang semua karya untuk pameran, dan setup untuk OFest nanti Januari 26-27 - I3L - OFest - kak Dudi, kak Vanda, kak Nina, kak Iyek, kak Putri, kak Shanty, kak Caivin, kak Raken, dan kak Reza Melakukan Acara OFest 13 Febuari - Rumah Inspirasi - Juru Kembang -  mentor yang Ada: kak Ira, kak Moi, dan kak Aar Pembukaan Juru Kembang 13 Febuari - Rumah Inspirasi - Juru Tulis - mentor yang ada: kak Anne, kak Irma, kak Ayu Pembukaan juru tulis 19  Febuari - Buka Buku - LDK - mentor yang ada: kak Ali, kak Opal dan kak Putri M

Jurnal Refleksi LDK

Persiapan: Aku sebagai anak dari orang tuaku yang sangat teratur sekali, aku merasa aku masih belum dapat bagaimana bisa mengatur perlengkapan reguku. Perlengkapan pribadi aku bisa melakukannya karena aku yang punya barangnya jadi tahu di mana saja aku simpan barang-barangku. Tapi untuk yang perlengkapan regu, aku merasa tidak terlalu ok di sini. Banyak barang-barang reguku yang tiba-tiba hilang, seperti tendanya Ziel (salah anggota reguku) itu saja tiba-tiba tidak ada dan kami terpaksa harus meminjam tenda dari regu lain. Untungnya ada, regunya Ratri. Bendera pun aku harus meminta tolong Khansa, yang kebetulan juga melakukan bendera regunya Dhifie yang kebetulan ada adiknya di situ. Mungkin saja reguku tidak jadi berkemah karena tidak ada tenda. Pemimpin regu: Aku sebagai diri sendiri merasa, kualitasku merendah, aku biasanya sudah membuat list perlengkapan yang akan kubawa, tapi kali ini aku tidak bisa. Sebagai pemimpin regu I never felt more disappointed to myself than