Pertama Kali Di Bird Hiding Eksplorasi 2018 Day #1



Pagi telah tiba. Aku semangat sekali untuk menjalani Eksplorasi tahun ini. Di hari ini aku tinggal di rumah temanku Kaysan, karena aku kasihan dengan ibuku karena kemarin hari Sabtu aku dan keluargaku ke Jakarta, hari Minggu ibu ada acara di Serang, jadi daripada ibuku dengan badan yang lelah bolak balik Jakarta, aku putuskan untuk tinggal di rumah Kaysan.

Kami berangkat dari rumah Kaysan jam 5:00. Saat itu di luar masih gelap tapi tidak sedingin Cilegon. Stasiun Buaran karena kereta kami jam 5:10 kami: (aku, Kaysan, dan Ibunya Kaysan kak Shanty) diantar ayahnya Kaysan om Adi pakai mobil. Kebetulan mobilnya Mercedes Benz S320 W140. Om Adi waktu itu mengemudi mobil itu cukup kencang. Tapi mobilnya sangat nyaman, luas, mewah dan bertenaga. Disaat itu juga aku senang sekali karena ini pertama kali aku naik Mercedes Benz yang paling mewah kelas S
Mercedes Benz S320 W140
Sumber Gambar
Kami sampai sana Alhamdulillah keretanya belum kelewat. Di sana aku juga bertemu dengan Alevko dengan ayahnya om Dio. Sebelum kami naik kereta, aku berpikir pasti kami akan dapat tempat duduk, tapi ternyata tidak. ternyata keretanya cukup ramai. Jadi kami harus berdiri beberapa stasiun.
Setelah kami dapat tempat duduk
Sumber Gambar: kak Shanty

Kami sampai di Stasiun JakartaKota, kami: (aku, Alevko, om Dio, Kaysan dan kak Shanty) bertemu dengan Ali dan tante Nila, tetapi kami tidak langsung ke pelabuhan karena kami masih menunggu Trisha, Fakhri dan kak Opal.

Setelah semuanya sudah ada, kami cari Mikrolet M15 ke Muara Angke. Waktu aku membantui menaikkan barang-barang ke Mikrolet tersebut, aku terkejut, kok ada satu orang lagi siapa dia. Tapi aku tidak peduli, mungkin orang lain yang ingin ke Sunda Kelapa juga. Setelah semua barang naik kami mulai jalan dengan orang tambahan: (om Dio, tante Nopi, dan Khansa) tapi ayahnya Trisha tidak bisa ikut karena beliau perlu naik kereta lagi.
Ini dia orangnya
sumber gambar: kak Shanty
Naik Mikrolet M15
sumber gambar: kak Ali
Kami ke sana bersempit-sempitan, tapi tidak apa-apa karena rasa semangatku mengalahi rasa sempit itu. Kami ke sana sambil diskusi-diskusi tentang perjalanan Eksplorasi tahun ini, tapi tiba-tiba supir Mikroletnya salah belok, supirnya berpikir kami ke Kali Adem, tetapi sebenarnya kami ke Sunda Kelapa. Jadi kami agak telat.
Tiket masuk mobil
Sumber gambar: kak Ali
Sampai Sunda Kelapa kami bertemu dengan semuanya: (Adinda, Andini, Anja, Katya, Kezia/Ceca, Michelle, Ratri, Syauqi, Tata dan Tre). Kecuali Hibban. Aku mulai sedikit panik karena dia ada di reguku dan dia bawa bahan makanan, kalau tidak ada dia, reguku mau makan apa. 30 menit sudah berlalu, akhirnya dia sudah datang.

sumber gambar: kak Ali
Setelah dia datang, kami semua dadah-dadah dengan orang tua (kecuali aku). Dan kami siap berangkat dengan kapal Eksplorasi tahun lalu. KM. Sabuk Nusantara 66/SaNus. Yang pernah dulu Eksplorasi 2017 pasti bakal ingat apa saja yang kami lakukan di sini.
orangtua-orangtua sedih
sumber gambar: kak Shanty
tempat tidur bawah
sumber gambar: kak Shanty
Tata dan Anja sedang mewawancarai bapak2
sumber gambar: kak Shanty
sumber gambar: kak Ali

Waktu aku sedang jalan-jalan di kapal aku melihat kak Opal sedang mengajarkan Syauqi cara membuat kacu dengan friendship knot, dan kak Opal juga dibantu dengan orang yang ikut dengan kami waktu naik Mikrolet M15. Ternyata dia senior kak Opal namanya kak Ali. Orangnya kalem dan leluconnya sangat receh sekali. Di kapal ini kami bukan hanya numpang duduk sampai Untung Jawa, tetapi kami harus mewawancarai satu penumpang kapal. Jadi aku keliling kapal sambil membawa alat tulisku dan notes. Disela mencari orang aku ikut campur diskusi kak Opal dengan Kaysan, Ratri, Adinda, Andini, dan Micel. Di luar kapal anginnya enak sekali dan suara ombak yang membuatku sedikit mengantuk
Friendship Knot
sumber gambar
Setelah keliling kapal, akhirnya aku bertemu dengan orang yang mengizinkan aku untuk mewawancarainya. Namanya: Syarifudin, seorang pria yang bekerja menjadi security perumahan sehari-hari tinggal di Untung Jawa dengan mertua, istri, dan anaknya. setiap 2 minggu sekali ke Jakarta. Juga punya rumah di Jakarta, tetapi tidak memutuskan untuk tinggal di Jakarta dengan keluarganya karena BPJS lebih gampang di Pulau dan biar anaknya tidak badung.

Setelah selesai aku balik lagi malas-malasan sampai Pulau Untung Jawa tetapi aku tidak tidur karena aku tidak bisa.

15 menit sebelum sampai di Pulau Untung Jawa, kami sudah diumumkan bahwa sebentar lagi sampai. Jadi aku bilang ke teman-temanku untuk siap-siap turun.

Istirahat
Sumber Gambar: kak Ali
Sebelum kami ke Mess BKSDA untuk menurunkan barang, kami ke PKBM sebentar untuk istirahat dan kebetulan ada bapak Aji yang mengajak kami ke PKBM 37 Untung Jawa, kami di sana beristirahat sebentar berfoto, dan jalan lagi dengan beban yang berat.

Sumber Gambar: kak Ali
MAKAN SIANG!!
Sumber Gambar: kak Ali
Kami sampai Di Mess BKSDA sekitar jam 12:00, aku makan bekal sarapanku Nasi Tempe dan Sambel dan dilanjutkan dengan makan siang. Di menu ada sambel, nasi, ikan bakar dan sayur-sayuran mentah. Aku hanya makan Nasi, Cumi Goreng dan Ikan bakar.

Setelah semua sudah pada siap untuk pergi ke Pulau Rambut, kami ambil Life Vest/Pelampung kami. Mentor tidak mendapatkan pelampung karena ternyata hanya cukup untuk kami-kami saja, tapi ternyata aku juga tidak dapat, karena aku harus beri punyaku ke Ali karena ternyata pelampungnya cuma ada 16, sedangkan kami ada 21 orang. Ya sudahlah aku tidak dapat karena kata mentor aku tidak usah pakai karena aku bisa berenang.

Kapal yang kami menaiki
Sumber Gambar: kak Shanty
Kami di sana untuk mengamat burung. Kami dibagi menjadi 2 grup. Grup 1: Regu Anjing Laut: (aku, Alevko, Hibban dan Tre) dan regu Dublob??: (Andini, Anja, Kezia/Ceca, Ratri dan Trisha). Grup 2: Regu Garam Laut: (Ali, Fakhri, Kaysan dan Syauqi) dan regu Putri Duyung (Adinda, Katya, Michelle dan Tata). Grup aku jalan duluan.








Sumber Gambar: kak Ali
Tujuan pertama kami ke menara di mana kita bisa melihat semua burung. Reguku, Tre dan Hibban takut dengan ketinggian, aku juga sebenarnya juga tetapi mereka takut sekali. Tapi akhirnya mereka bisa mengalahkan rasa takut itu. Di atas enak sekali, mendengar suara burung, Angin yang menyegarkan sekali, dan pemandangan indah Matahari hampir terbenam.


Burung-Burung yang Terlihat:
- Kepodang
- Pergam Laut
- Cangak Abu
- Cangak Merah
- Kuntul Besar
Sumber Gambar: kak Ali
- Pangau  Bruwok
- Pecuk Padi Hitam
- Burung Kucica Kampung
- Rokok-Rokok

Kami di atas menara sekitar 30menitan, setelah itu kami turun lagi dan melanjutkan melewati jalan yang tangkai daunnya berduri jadi kami harus menggocek semua daun itu. Aku kena beberapa, tapi tetap saja di pikiranku ini hanya tantangan yang menarik dan juga aku melatih kelincahanku.

Sumber Gambar: kak Ali
Kami ke tempat kedua dan terakhir untuk mengamati burung di saung. Di situ juga kami melihat jenis-jenis burung yang sama, kecuali Cangak merah. Di sana juga indah, banyak pohon-pohon yang membuat keadaan dingin.

Sumber Gambar: kak Ali
Setelah selesai kami balik lagi ke Pulau Untung Jawa dan siap-siap untuk makan malam kami dan jurnal Refleksi.

Aku hari ini mandi dan untuk pertama sekali aku buang air besar di Eksplorasi 😁. YES!! Aku senang sekali karena sudah kamarnya ber-AC, aku akhirnya bisa BAB di Eksplorasi.

Sumber Gambar: kak Shanty
Aku makan malam Cumi balado, nasi, dan tempe. Aku ketagihan sekali dengan Cumi Baladonya karena enak sekali, pedasnya tidak pedas banget, dan Cuminya sangat kenyal.

Jurnal refleksinya aku cukup lelah jadi agak-agak tidak fokus. Tetapi setelah selesai, yang seharusnya aku langsung tidur, malah aku nonton Kung Fu Hustle dan ngobrol Mobile Legends dengan Hibban sampai aku tertidur.

Next Eksplorasi: Bowo dan Fateh Halilintar Liburan di Pulau Untung Jawa?!

Total duit Regu: 400rb
Beli Es Kelapa: 40rb
Sisa: 360rb

Comments

Popular posts from this blog

Akibat rotasi dan revolusi Bulan terhadap Bumi

Tantangan #07 #eksplorasi #klubOASE Wawancara Pedagang Beras Dan Pemilik Penggilingan Padi

Dari Pramugari, Menjadi Ibu Rumah Tangga, Tiga Anak Homeschooling.