Jurnal Sekala Petualang Hari #1 Pengamatan Satwa Liar di Sore dan Malam Hari.

Di bulan Maret ini, aku banyak mengikuti acara berkemah, plus ada lomba Aquathlon di sekolah Binus; jadi bulan Maret ini sangat melelahkan buatku, tetapi aku senang bisa ikut berkemah IPB ini.

Kami Pramuka Oase pada tanggal 21 - 22 Maret 2018 ada acara menginap di IPB untuk. Kami sepakat untuk bertemu di St Bogor pada jam 9:00. Seperti biasa aku pagi-pagi sekali berangkat jam 5:15 dari Cilegon menuju St Tanjung Barat. Aku sudah janjian dengan Ariq, Fakhri, Khansa, Naufal, Syifa, Vito untuk berangkat dari St Tanjung Barat pada jam 7:30 karena perjalanan ke St Bogor kurang lebih satu jam, jadi berangkat jam 7:30 masuk akal.

Aku tiba St Tanjung Barat, pukul 7:00, jadi aku punya waktu setengah jam untuk menunggu. Sekitar jam 7:20, Ariq dan Vito datang. Jam 7:30 Fakhri dan Khansa datang. Tiba-tiba Sovi menelpon aku menanyakan di mana posisiku. Ternyata dia yang seharusnya janjian dengan teman-teman di St Manggarai, sudah ada di St Tanjung Barat. Jadi tim Tanjung Barat bertambah satu orang. Kami tinggal menunggu Naufal dan Syifa. Di luar dugaan ada satu orang ikut bergabung yaitu Ibrahim. Ya sudah, Insya Allah dia tidak telat, karena jam 8:00 itu sudah paling lambat kami harus meninggalkan Tanjung Barat. Jam 7:45, Naufal dan Syifa datang, tapi belum tampak Ibrahim. Sudah jam 8:00, dan kebetulan ada kereta ke Bogor, jadi kami naik saja kereta itu. Sayangnya pintu kereta cepat sekali menutup, mungkin hanya 10 detik, dan tak seorang dari kami yang terbawa kereta itu. Akhirnya kami menunggu kereta selanjutnya, dan akhirnya Ibrahim datang. Kami lengkap sudah.

Sampai St Bogor aku kira kami akan telat, tapi ternyata tidak. Jadi tim Tanjung Barat, kami berdelapan, aman. Kami bertemu dengan teman-teman yang berangkat dari stasiun lain.  Kami bergiliran ke IPB naik angkot. Karena ada empat regu, reguku berangkat ke tiga.

Di dalam perjalanan aku seangkot dengan Ziel, Vito, Ali, Tre, Syauqi, dan kak Etang, kakak dari Sekala Petualang. Kami bersempit-sempit di dalam angkot. Dari urutan berangkat ke tiga kami jadi urutan keempat karena angkot harus isi bensin dulu. Perjalanan St Bogor - IPB menghabiskan waktu 1 jam. Sampai IPB kami menurunkan barang dan lanjut ke aula di mana kami akan menginap.

Di aula kami menyusun barang, makan siang, dan sholat. Di sana ada tiga ekor anjing yang menarik perhatian semua anak di sana, bernama, Choki, Cosmos/Cosmo, dan tidak tahu namanya. Acara selanjutnya adalah bermain. Permainannya bernama "Suit hewan." kami diberi 3 jenis binatang: ular, katak/kodok, dan monyet. Permainan ini seperti "batu, gunting, kertas;" ular menang ketika melawan katak/kodok tapi kalah melawan monyet, katak/kodok menang ketika melawan monyet tapi kalah melawan ular, terakhir monyet menang ketika melawan ular tapi kalah melawan katak/kodok. Kami dibagi menjadi dua grup, grup putra 1 dengan putri 1, dan grup putra 2 dengan putri 2. Di akhir permainan, skor kami seri. Permainannya cukup kocak karena kami harus meniru gerakan hewan tersebut. 

Setelah permainan selesai kami mulai melakukan pengamatan satwa liar sore. Reguku, Putra 1, bersama kak Etang, melakukan rute berbeda dengan regu yang lain. Di dalam perjalanan, kami melihat cukup banyak satwa liar seperti bunglon, burung koak/koa, kumbang, belalang, dan masih banyak lainnya.

Setelah 1 jam pengamatan sore kami istirahat, sholat, dan ada yang mandi. Setelah selesai itu semua kami beli makan malam, dan melanjutkan acara terakhir yaitu pengamatan malam. Reguku ditemani oleh kak Etang lagi dan satu orang tambahan bernama kak Nanang, serta Choki, satu anjing yang kusebut di atas. Sama seperti pengamatan sore, di pengamatan malam ini kami juga melihat bunglon, kumbang, belalang, dan Choki menemukan burung di semak-semak.

Setelah perjalanan yang menyenangkan itu kami berdiskusi selama 30 menit tentang apa saja yang sudah kami temukan. Seperti biasa kami membuat logbook dan setelah itu semua sudah selesai, kami tidur.

Comments

  1. Bagus Fattah. Sepenglihatanku tidak ada yang salah ketik. Terlebih lagi, tiap paragraf memiliki ide utama untuk diceritakan. Tapi kamu terlewat satu materi utama, yaitu mencetak tapak kaki satwa. Selebihnya, cerita ini menarik untuk dibaca. Pertahankan ya 😂

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Akibat rotasi dan revolusi Bulan terhadap Bumi

Tantangan #07 #eksplorasi #klubOASE Wawancara Pedagang Beras Dan Pemilik Penggilingan Padi

Dari Pramugari, Menjadi Ibu Rumah Tangga, Tiga Anak Homeschooling.