Jurnal Sekala Petualang day #2 Pengamatan Pagi Hari dan Belajar Membuat Api dan Memasak

Pagi hari tiba, kami Pramuka Oase bangun jam 5:30 untuk sholat. Setelah itu masing-masing pada packing barang, aku sebenarnya tidak ingin memakai sleeping bag karena aku berpikir malamnya tidak akan dingin, tetapi ternyata cukup dingin.

Packing hampir selesai, acaranya selanjutnya mulai. Bermain lagi, nama permainannya "President dan Bodyguard." jadi Bodyguardnya harus berusaha menjaga President biar tidak kena bola rakyat-rakyat yang sedang demo. Yang sukarelawan menjadi President adalah Michelle dan yang menjadi Bodyguard aku.

Di ronde latihan aku gagal melindungi Presidentnya, tapi setelah ronde yang asli aku berhasil melindungi Presidentnya. Semua dapat giliran, selesai itu semua, kami melakukan pengamatan pagi hari.

Pengamatan pagi hari, reguku ditemani kak Etang lagi, dan satu tambahan orang kak Emma. Dalam perjalanan, kami menemukan yang sama seperti kemarin, bunglon, belalang, kumbang, burung Kareo Padi, dan laba-laba yang tidak sengaja keinjek aku.

Kami mengakhiri perjalanan dan kami mulai membeli sarapan pagi. Dan kami menghabiskan waktu di sana mengobrol dan bermain-main. Acara selanjut yaitu membuat api yang dimentori oleh kak Etang, dan bagaimana steps-steps untuk membuat api yang besar.

Selesai membuat api, kami lanjut dengan memasak, sebenarnya masaknya di luar, tetapi karena hujan jadi kami masuk ke aula, dan lanjut memasak. Tapi ini kompetisi masak, jadi kami harus membuat makanan reguku enak dan kelihatan bagus. Jadi reguku membuat nasi goreng, jadi kami membuat berasnya, ternyata waktu sudah selesai ternyata hampir gosong, dan kami buat telor campur, dan kentang goreng. Setelah itu semua sudah selesai waktunya kami menggoreng nasinya. Nasi gorengnya sudah disajikan tapi menurutku ada yang kurang, semua di reguku bilang "MICIN!!!" tapi kalau kata aku kurang garam dan merica.

Reguku sudah menyajikan makanannya duluan, jadi kami punya kesempatan untuk membersihkan berantakan yang kami buat saat memasak. Jadi kami sudah berberes alat-alat masak kita dan kami sekarang tinggal menunggu siapa yang akan menang. Dan pemenangnya adalah regunya Tantri Ratri "Katelia."

Aku mulai packing lagi karena masih ada yang belum beres jadi aku beres-beres setelah itu mandi. Waktunya beli makan siang. Dan seperti tadi pagi kami menghabiskan waktu dengan mengobrol dan bermain sedikit.'

Yang sebenarnya kami pulang jam 14:00 kami pulangnya jadinya jam 16:30 yang membuat aku sedikit kesal dan kasihan sama ibu karena nanti ibu akan menunggu aku lama sekali yang sebenarnya tidak harus menunggu lama.

Jadi kami naik angkot lagi ke St Bogor, dan tim Tanjung Barat menuju ke St Tanjung Barat. Aku dengan tim Tanjung Barat menaiki kereta menuju Angke, tetapi ternyata kami tidak lengkap karena Ariq, Ibrahim, dan Vito tertinggal.

Sesampai St Tanjung Barat, aku, Naufal, Sovi, dan Syifa ke mobilnya keluarga Syifa, dan kami menuju ke rest area di mana aku dan akan dijemput.

Di rest area, ada mobilnya Naufal dan aku bilang ke Naufal bahwa ada ortunya di rest area tersebut, dan si Naufal senang sekali. Jadi aku bertemu dengan ibu dan kakakku yang "Benar Benar Payah" ~ Bruno 

Di dalam perjalanan pulang ibuku dan kakakku ternyata lapar, jadi kami harus berhenti untuk makan. Setelah ibuku dan kakakku sudah makan kami lanjut jalan.

Aku dan ibuku sampai rumah sekitar jam 10.

Sekian cerita jurnal Sekala Petualanag di IPB. Terima kasih sudah membaca.

Comments

  1. Sesuai dugaan, cerita ini tidak kalah menarik dengan yang pertama 😊
    Tapi masih terlewat untuk materi tapak satwa ya 😂

    Pertahankan cara penulisanmu, mungkin kedepannya bisa ditambahkan beberapa foto saat berkegiatan 😊

    Sampai bertemu di jurnal selanjutnya!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Akibat rotasi dan revolusi Bulan terhadap Bumi

Tantangan #07 #eksplorasi #klubOASE Wawancara Pedagang Beras Dan Pemilik Penggilingan Padi

Dari Pramugari, Menjadi Ibu Rumah Tangga, Tiga Anak Homeschooling.