Jurnal #OASEEKSPLORASI2017 #2

Hari Selasa (31/10)

Pagi hari jam 5:30. Aku, Ceca dan Zaky makan pagi nasi uduk, sambil ngobrol dengan orang tua inang kami. Setelah itu, kami ke dermaga pelabuhan dengan bapak Syarifudin, karena beliau juga ingin memancing, jadi kami bareng-bareng ke dermaga, sekalian membawa alat mancing bapak Syarifudin. Di perjalanan kami melihat kakak Pembina/mentor kami sedang di luar, menikmati udara dingin pagi hari pulau Harapan. Kami sapa, setelah kami sampai di kapalnya bapak Syarifudin, kami kasih barangnya ke beliau, dan beliau pergi. Dan setelah itu kami gabut, dan kami ke ayunan sambil menunggu yang lain. Kami bermain ayunan terus selama 30 menit, sampai ada salah satu teman kita. Setelah kami sudah berkumpul semua, kami ke dermaga, dan kami memakai lifevest, dan kami berangkat ke pulau kayu angin bira. Di dalam perjalanan, kami hanya melihat air yang biru, dan udara yang segar.

Sekitar 2 jam perjalan kami sampai di Pulau kayu angin bira, kami di brief sebentar, dan kami di pulau ini, ditugaskan untuk membersihkan, beberapa sampah yang ada di pulau tersebut. Setelah selesai kami naik foto dengan hasil sampah yang kami temui. Dan kami pergi dari pulaunya. Di tengah perjalanan, kapalnya berhenti, dan ini karena kami ingin snorkeling!! :D. Eh tapi aku kan ketinggalan alat snorkelingnya di Cilegon. Tetapi kebetulan ada salah satu temanku yang tidak snorkeling karena dia sakit, jadi aku bisa snorkeling :D. Waktu snorkeling aku senang sekali aku bisa melakukan ini, karena di dalam sangat indah sekali, terumbu karang di mana-mana, dan ikan-ikan yang kecil dan lucu.

Selesai snorkeling kami ke pulau lagi, pulau Perak. Tapi kami sama sekali tidak tahu kalau kami akan ke sini., karena kakak Pembina/mentor kami, tidak bilang bahwa kami akan ke pulau Perak. Di sana kami bermain-main :D. Kami bermain pasir-pasiran, ayunan, dan snorkeling tapi tidak terlalu jauh. Kami di sana selama 2 jam. Setelah kami ingin selesai, Agla, Alevko, Aza, Husayn, dan Naufal, menumukan bulu babi, dan berhasil mengeluarkannya ke darat. Hampir semua ke sana untuk foto-foto dan melihat saja. Setelah itu mereka mencoba untuk kembalikan bulu babinya di air, tapi sayangnya duri bulu babinya patah.

Kami pulang, dan di dalam perjalanan aku tidur. Aku bangun, dan kami sampai, dan kami semua ke rumah masing-masing dan mandi. Dan waktu aku di kamar, aku baru sadar bahwa botol minumku tidak ada. Jadi aku tidak memikirkan itu dulu, dan aku mandi. Setelah mandi aku melakukan jurnal dan logbook. Dan Zaky dan aku eksplor sore. Aku mengikuti Zaky karena aku ingin melakukan outputku di esok harinya. Jadi aku ikuti Zaky terus, sampai kami ketemu rumah yang kelihatannya masih dibuat. Jadi kami ke sana, dan kami bertemu dengan pak Anyong, kami wawancara sampai jam 17:05. Dan kami pulang, dan Zaky minta izin ke pak Anyong untuk memoto rumahnya. Setelah itu kami ke tempat yang penuh jajanan yang kemarin, dan di sana saya jajan cilung Rp.2.000 yang menghasilkan sampah tusukan kayu cilung.


Malam ini juga sama dengan malam sebelumnya, kami diskusi dengan kak Opal, tapi hari ini tidak di rumah kami, tapi di tempat lain. Setelah aku, Ceca, dan Zaky makan malam, kami ke rumah mentor, untuk ketemu dengan kak Opal. Setelah kami sampai, kak Opal keluar, dan aku menanyakan tentang botol minumku. Ternyata ada, dan sekarang di STP. Jadi besok pagi aku harus ke STP dulu untuk mengambil botol minumku. Setelah kak Opal siap, kami ke tempat bermain yang tadi pagi untuk diskusikan tentang logbook dan jurnal, juga output. Setelah selesai kami pulang dan tidur. 

Di hari ini aku belajar bahwa alangkah indahnya bumi itu, orang akan berpikir ke aku seperti "kok orang itu bodoh sekali, kan bumi emang indah" tapi karena barusan aku snorkeling menurutku di sana indah sekali

Comments

Popular posts from this blog

Akibat rotasi dan revolusi Bulan terhadap Bumi

Tantangan #07 #eksplorasi #klubOASE Wawancara Pedagang Beras Dan Pemilik Penggilingan Padi

Dari Pramugari, Menjadi Ibu Rumah Tangga, Tiga Anak Homeschooling.