Perjalanan Garut Bersama Teman-Temanku #1

Halo semua, ini Fattah dan di tulisan ini adalah perjalanan ke Garut bersama teman-temanku. Yang ikut perjalanan ini dari Jakarta ada aku, Husayn, Tata dan Zaky. Dari Yogyakarta ada Andro, Aruna dan Liris. Yang dari Yogyakarta berangkat dari tanggal 18 Januari malam. Yang Dari Jakarta berangkat tanggal 19 Januari pagi jam 9. Ok sudah semua informasinya mulailah cerita ini.

19 Januari 4:30.
 Aku bangun pagi karena sebelum ke stasiun Pasar Senen aku dan ibuku harus ke abangku dulu yang di Depok. Setelah kami sampai di Depok kebetulan abangku mau pulang, jadi ikut kami dan setelah itu kami ke stasiun Pasar Senen.

Sudah mendekati stasiun Pasar Senen ternyata ada kebakaran di Pasar Senen jadi macet, jalan terdekat ke stasiun Pasar Senen pun tertutup jadi kami harus melewati gang-gang yang jalannya kecil. Setelah kami sampai di stasiun Pasar Senen kami bertemu dengan Tante Lala, Tante Mella, Om Aar, Om Faizal, Tata, Husayn, Ali, dan Zaky.

 Setelah kami foto bersama kereta sudah boleh dinaiki dan para anak-anak pamit dengan adek atau kakaknya dan orangtuanya, setelah itu aku Husayn, Tata, dan Zaky menaiki keretanya dan kami menikmati perjalanannya dan kami bermain kartu sebentar.

 Setelah kami sampai di stasiun Cibatu, aku menelpon sepupuku untuk menjemput kami. Ia menyuruh kami jalan ke jalan raya, kami berhenti di polsek, 15 menit kemudian ia datang. kami menaiki mobilnya ke Pesantren Ekologi Ath Thaariq. Diperjalanan kami berhenti di alfamart karena si Andro menitip ke Husayn Cheetos, dan kami juga berhenti karena sepupuku dan keponakanku lapar. Tata dan Zaky tidak makan tapi aku dan Husayn makan, kami makan ayam goreng.

 Setelah kami makan Husayn ingin membayar ke sepupuku tapi sepupuku menolak. Setelah sampai kami pamit dan berterima kasih dengan sepupuku, kami jalan ke Pesantren Ekologi Ath Thaariq, sesampainya di sana kami meletakan barang, dipanggil ummi Nissa untuk membuat perkedel tahu. Cara membuat perkedel tahu, satu adalah tahunya dihancurkan, setelah itu ditambah bumbu tapi bukan MSG, Setelah sudah dihancurkan dan dikasih bumbu dan garam, di masak, dan itu adalah makan malam kami. Bentar lagi maghrib jadi bagi yang muslim bentar lagi sholat.

 Setelah sholat kami makan, setelah makan sholat Isya dan memperkenalkan masing-masing. Setelah selesai tidak ada kegiatan lagi dan semua pada tidur.

Comments

Popular posts from this blog

Akibat rotasi dan revolusi Bulan terhadap Bumi

Tantangan #07 #eksplorasi #klubOASE Wawancara Pedagang Beras Dan Pemilik Penggilingan Padi

Dari Pramugari, Menjadi Ibu Rumah Tangga, Tiga Anak Homeschooling.