Eksplorasi Day #2 Menuju Desa Borobudur, Dusun Maitan

12 Desember 2016
Masih di kereta menunggu destinasi masih ada yang tidur dan ada yang sudah bangun. masih 2 jam lagi ke Stasiun Lempuyangan dan kami sangat senang karena bentar lagi Eksplorasi mau mulai. Sampailah di Stasiun Lempuyangan dengan semangat
Sampai di stasiun lempuyangan, sumber dari kakak2 Jaladwara
, kami keluar dari kereta dan di depan pintu keluar kami melihat ada Andro, aku menyapanya, setelah bertemu kami ke ruang tunggu Stasiun Lempuyangan, di sana kami bertemu kakak Jaladwara, ada kak Inu, kak Kukuh, dan kak Melly. Kakak Jaladwara perkenalkan diri sendiri, setelah mereka memperkenalkan mereka, kami memperkenalkan nama sendiri-sendiri. Kami dikasih buku guide, di dalam buku guide ada jadwal acara, peta desa/dusun masing-masing, jurnal, dan petunjuk untuk pergi ke destinasi yang kami tujui.

 setelah briefing selesai, kakak2 Jaladwara tinggalkan kami, tapi sebelum berangkat kami lapar karena belum makan di kereta jadi kami gantian jaga ransel kami. Yang pertama jaga ransel kami adalah kelompoknya Zaky (Ceca, Donna, dan Zaky) kelompok Kaysan (Adinda, Andro, dan Kaysan) dan kelompok Yudhis (Fattah, Yla, dan Yudhis). Kami makan di angkringan, yang lain dapat tempe tapi aku sendiri dapat yang pedas, aku senang sekali dapat yang pedas tapi itu terlalu pedas jadi moodku langsung drop, jadi aku langsung ke ruang tunggu Stasiun Lempuyangan, Zaky bingung kenapa aku udah selesai makannya, aku bilang saja "aku dapat yang pedas banget jadi langsung kenyang". Setelah kelompok lain sudah selesai makan kelompok Zaky makan.

 Setelah mereka selesai, Ceca cerita kalau dia makan Indomie kuah, karena nanti lama nunggunya, dia minta pakai es batu, dia berpikir dia hanya dapat 1 es batu, tetapi dikasih 5 es batu.

 Setelah itu kami punya 3 pilihan untuk ke terminal Borobudur, pilihan pertama adalah naik becak ke stasiun TransJogja SMP 5 terus turun di Jombor, pilihan kedua adalah jalan kaki ke stasiun TransJogja SMP 5, pilihan terakhir naik taxi ke Terminal Borobudur. Yudhis berpikir naik taxi, kalau Kaysan berpikir jalan kaki ke stasiun TransJogja SMP 5. Tapi setelah kami sms kakak2 Jaladwara ternyata tidak boleh memakai taxi, jadi kami jalan kaki ke TransJogja SMP 5 kami naik bis 2A ke Jombor, sampai Jombor kami naik bis ke Terminal Borobudur, yang harusnya bayarnya RP15000rb kami bayarnya RP20000rb karena kata Yudhis waktu dia ngomong dengan ibu-ibu yang duduk di samping dia, ibu ini berkata kalau tidak siapin duit RP15000rb di tagih lebih banyak, setelah kami sampai di terminal borobudur kami makan siang, dan yang Muslim Sholat.

Setelah makan dan yang Muslim Sholat kami mencari Andong atau lebih kenal Delman, Andong harganya minimum adalah 30-40 tapi waktu kami minta ke dusun maitan mereke meminta 100000rb ya kami tidak mau jadi Yudhis menawar sampai 40rb masih tidak berhasil, setelah itu Kaysan berpikir jalan yaudah kami juga ikut Kaysan tapi dalam beberapa detik yang menawar kami naik Andong langsung bilang 40rb, berhasil kami dapat harga minimum, kami menyewa dua Andong, 1 Andong ada 5 anak, 1nya lagi ada 4 anak kami menuju Desa Borobudur, Dusun Maitan.

Setelah kami sampai di dusun Maitan kami ke homestay masing-masing, nama homestay aku dan Yudhis adalah "PuntoDewo" kami di pintu depan kami teriak "kulo nuwun" bahasa Jawanya "permisi" untuk masuk ke rumah orang. yang membuka pintunya adalah ibu Rubinga. Di homestay itu kami bertemu dengan bapak sas budi dan cucunya haikal yang tinggal dekat homestay ini, aku dan Yudhis mandi setelah itu ke homestay "Gatotkoco" rumah kakak2 Jaladwara bakal tinggal di homestay itu.

 kami di sana mau diskusi nanti acara selanjutnya harus ngapain, kami sore ini melakukan "make someone less stranger" kami harus kenalan dengan orang-orang dusun Maitan dan setiap kelompok harus mengali hal yang berbeda-beda, kelompok aku harus mengali apa makanan khas di dusun Maitan, setelah diskusi kami berpencar karena tidak boleh saling bertemu. Kami belum kenalan sama orang dusun Maitan dan belum tahu apa makanan khas dusun Maitan, kami istirahat 15 menit karena Yla pusing katanya, yaudah kami istirahat. Lagi waktunya istirahat, aku dan Yudhis jajan cilok dan Yudhis menanya kepada penjualnya makanan khas di sini apa, kata ia "Getuk", dan setelah kami istirahat Yudhis berpisah dengan aku dan Yla, aku dan Yla melihat ibu-ibu menjual sate ayam, karena ibu itu sedang bekerja kami tidak rela ganggu, terus ibu-ibu yang beli sate menanya kami dari mana, dan Yla menanya juga apa makanan khas di sini, ia menjawab "sayur" kami lupa menanya jenis sayur apa.

 Setelah selesai kami masih 1 jam lagi dan masih jam 17:00 karena ada anak-anak main bola aku dan Kaysan, beberapa menit kemudian Yla ikut, setelah itu Zaky, Ceca, Donna dan Yudhis ikut bermain, sudah Maghrib kami pulang ke homestay masing-masing mandi, makan dan setelah itu ke rumah Gatotkoco untuk diskusi. Aku dan Yudhis sampai duluan, kedua Kaysan dan Andro, ketiga Perempuan datang, dan terakhir dan terlambat Zaky dan Ceca. Kami diskusi bagaimana caranya wawancara gak langsung to the point, kak Kukuh jadi orangnya tiap kelompok berbeda-beda. Kelompok Zaky wawancara kak Kukuh jadi yang peternak bebek, kelompok aku wawancara kak Kukuh jadi orang balap merpati dan kelompok Kaysan wawancara kak Kukuh jadi tukang mebel. Setelah simulasi sudah selesai kami ke homestay masing-masing. Tidur. Bersambung

Comments

Popular posts from this blog

Akibat rotasi dan revolusi Bulan terhadap Bumi

Tantangan #07 #eksplorasi #klubOASE Wawancara Pedagang Beras Dan Pemilik Penggilingan Padi

Dari Pramugari, Menjadi Ibu Rumah Tangga, Tiga Anak Homeschooling.