Tantangan #09 #Eksplorasi #klubOASE







Di tantangan dua minggu yang lalu, anak-anak peserta program Eksplorasi diharuskan mewawancarai penggiat pangan/peserta Festival Desa yang di selengarakan pada tanggal 29-30 Oktober di Ragunan, Jakarta. Aku tidak bisa ke acara tersebut karena aku tinggal di Cilegon dan baru saja kembali dari Jawa Tengah mengikuti acara ibuku. Karena aku tidak bisa ke acara tersebut kak Shanty memberi alternatif lain yaitu mewawancarai penggiat pangan di sekitarku. Aku, bapak, ibu bertukar pikiran tentang siapa yang akan diwawancara. Akhirnya pilihan jatuh pada kue khas Cilegon bernama Gipang. Kue Gipang ini termasuk kue non-terigu karena salah satu bahan utamanya adalah beras ketan putih, dan hitam.

Aku dan bapakku pergi ke pasar yang bernama Pasar Kelapa. Di sana kami pergi ke penjual kue dan oleh-oleh khas Cilegon langganan kami. Bapak dan ibu biasa membeli oleh-oleh khas Cilegon di toko itu. Setelah aku dan bapakku sampai di sana, aku melakukan wawancara. Beberapa pertanyaan sudah aku siapkan di rumah. Ini hasil wawancaraku dengan pendagang di pasar.

Kue Gipang yang ia jual itu didapat dari pembuat kue Gipang. Bahan-bahan kue Gipang adalah, beras ketan putih, beras ketan hitam, gula pasir, asam Jawa, dan kacang tanah. Gipang ini adalah oleh-oleh khas Cilegon yang cukup laris walau pun di daerah lain ada panganan yang mirip. Menurut ibu penjual, di tokonya tidak ada kue Gipang yang memakai pewarna. Aku bertanya adakah kue Gipang yang lebih mahal dan lebih murah dan apa bedanya. Ternyata perbedaannya ada di lapisan kacang bagian atas yang lebih tebal. Tentu saja harganya pun lebih mahal. Yang termahal harganya 1 bungkus Rp.25.000.  yang termurah harganya 1 bungkus Rp.12.000, memang lapisan kacangnya tipis. Tetapi dari segi rasa manisnya sama saja. Dalam sehari kira-kira ia bisa menjual 20-25 bungkus. Tapi ada kalanya tidak ada yang terjual. Bulan Ramadhan adalah bulan penjualan terbanyak karena banyak orang membeli oleh-oleh khas Cilegon untuk di bawa mudik oleh para perantau yang tinggal di Cilegon. Setelah aku dan bapakku pamit, ibu penjual menyarankan kami untuk pergi ke  tempat pembuat kue Gipang. Karena aku perlu informasi lebih lengkap, maka aku mengikuti sarannya.
 
Rumah kanan bukan rumah pembuat kue Gipang
Lalu kami pun pergi ke tempat pembuat kue Gipang yang berada di daerah bernama Asoka, Palas yang lebih dekat ke rumahku dibanding Pasar Kelapa tempat aku wawancara dengan penjual toko oleh-oleh khas Cilegon. Kami tiba di tempat pembuatan kue Gipang. Tempat ini adalah rumah biasa yang berada di pinggir jalan yang cukup kecil terdiri dari dua rumah yang dijadikan satu. Bangunannya cukup luas. Ketika kami datang terlihat ada 2 orang pekerja pembuat kue Gipang. Aku mewawancarai pemilik dari pembuat kue Gipang. Hasil yang aku dapat, beras ketan hitam dan putih yang dipakai di tempat itu didapat dari pasar bernama Pasar Keranggot, pasar besar yang ada di Cilegon. Beras ketannya ada orang yang menyuplay. Kacangnya juga Ia beli di pasar lain yang namanya Pasar Pagebangan. Sehari-hari ia dibantu oleh 6 orang pekerja. Prosses membuat kue Gipang satu resepnya berlangsung  sekitar 1 jam 30 menit termasuk membungkusnya. Dalam satu resep bisa menjadi 70 bungkus. Dalam satu hari ia membuat 5 resep jadi totalnya 350 bungkus dan habis Rp.350.000. Bulan Ramadhan adalah bulan tersibuknya. Ia bisa membuat 15 resep dalam sehari. Ibu ini sudah melakukan bisnis ini sejak 2007 artinya sudah 9 tahun lamanya.

Jurnal refleksi.
Hari Minggu.
Di pagi hari seperti biasa di hari Minggu, aku latihan fisik bersama teman-temanku di klub renang Krakatau Atlantik. Aku latihan fisik sampai jam 9. Setelah aku selesai, aku pulang. Sesampaiku di rumah aku sarapan dan main Xbox sebentar. Jam 11 saya mulai pergi ke pasar kelapa, aku wawancara. selesai wawancara bapakku penasaran dengan kue Gipang yang paling mahal dan belilah bapakku. Setelah bapakku membayar, bapakku waktu sedang mengantarku pulang latihan fisik aku membeli minuman. Bapakku minum sedikit ternyata enak, jadi ia menyuruh aku membeli lagi minuman itu. Ketemu tetapi tidak dingin jadi tidak di minum langsung. Setelah aku sampai di rumah pembuat kue Gipang aku wawancara. Setelah aku wawancara aku pulang. Sesampai di rumah aku melanjutkan main Xboxku.

Hari Senin.

Di pagi hari aku bermimpi buruk, bumi sedang diinfeksi oleh satu profesor yang sedang melakukan experiment zombie. aku langsung terbangun, untung cuma mimpi dan ternyata masih jam 5 pagi jadi aku tidur lagi. Jam 6 saya bangun lalu melakukan kegiatan rutinku seperti bermain piano, naik sepeda, menulis, membaca, mengerjakan tugas, dan menghabiskan raw juice pagiku. Jam 11 baru aku mulai. Aku di bantu oleh ibuku untuk memperbaiki tugas. Akhirnya tantangan #09 #Eksplorasi #klubOASE sudah berhasil kuselesaikan. Terima kasih sudah membaca tulisan ini. Sampai jumpa di tantangan berikutnya J

Comments

Popular posts from this blog

Akibat rotasi dan revolusi Bulan terhadap Bumi

Tantangan #07 #eksplorasi #klubOASE Wawancara Pedagang Beras Dan Pemilik Penggilingan Padi

Dari Pramugari, Menjadi Ibu Rumah Tangga, Tiga Anak Homeschooling.