Tantangan #05 #eksplorasi #klubOASE

Tantangan #eksplorasi #klubOASE #05 adalah melakukan wawancara dengan orang yang tidak kenal seperti tertulis ini:

Hal yang sederhana bisa jadi penting dalam sebuah wawancara. Bila digali lebih jauh bisa ditemukan hal yang unik dan menarik. Jadi tantangan kali ini adalah mencari hal yang menarik dan unik dari sebuah wawancara yang topiknya adalah: APA MAKANAN KESUKAANNYA?
Hasil yang diharapkan
1. Karya
Kemaslah dengan menggunakan media yang bebas tentang hal yang menarik dan unik dari wawancara. 
Harap kumpulkan pula dalam jurnal hasil wawancara sebelum diolah menjadi karya.

2. Jurnal refleksi
Mengapa adik memilih narasumber tersebut?
Kapan adik melakukan wawancara?
Dimana adik melakukan wawancara?
Berapa lama adik melakukan wawancara?
Apa yang menarik atau unik dari hasil wawancara? (data mentah sebelum dikemas menjadi karya)
Apakah ada kesulitan/kendala dalam melakukan tantangan ini? (bila ada)
Apa hikmah/pelajaran yang didapat dari tantangan ini? (bila ada)
Panduan mengerjakan tantangan:
Narasumber boleh siapa saja selain anggota keluarga dan kerabat/teman dekat. Jangan dengan orang yang sama yang sudah pernah diwawancara pada tantangan-tantangan sebelumnya.
Bila adik-adik belum tahu arti narasumber, coba cek artinya di KBBI.
Hindari merekam dengan video saat wawancara, karena dapat membuat narasumber merasa tidak nyaman dan tidak terbuka saat menjawab. Bila sangat diperlukan, adik-adik boleh menggunakan alat perekam suara dengan ijin narasumber.
Dalam melakukan wawancara, perhatikan materi teknik presentasi yang disampaikan Kak Lini pada Pertemuan ke-3 (07/09/16).
Silakan melakukan wefie bersama narasumber di akhir wawancara
Saat membuat laporan hasil wawancara, lakukan kroscek untuk mengetahui kebenaran sekaligus meningkatkan pemahanmu terhadap jawaban narasumber. Kroscek dapat dilakukan dengan internet.
Adik juga dapat menemui kembali narasumber bila dirasa masih ada informasi yang kurang.

Di sore hari di rumah saya di Cilegon, saya dan ibu saya baru pulang dari Jakarta. Setelah membantu ibu menurunkan barang-barang dari mobil, saya meminta izin ibu untuk bermain di lapangan bulutangkis dekat rumah kami. saya dengan teman-teman, sekitar 10 orang, bermain Omprong di mana yang jadi harus melempar bola ke orang yang tidak jadi. Saya kena hukuman karena jadi tiga kali. hukumannya adalah yang jadi tiga kali harus ditimpuk bola. Saya mengelak tapi teman-teman berpikir saya menghindar dari hukuman. Kalau yang kena hukuman menghindar maka hukumannya ditambah dengan dengan dilempar dari jarak yang lebih dekat. saya terkena hidung saya dan rasanya sakit sekali dan saya merasa diperlakukan tidak adil. Saya langsung menangis setelah ditimpuk bola untuk keempat kalinya yang salah satunya ke muka saya. Dan kami berhenti main.
Pulau Ambon, Maluku
Sumber gambar
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Ambon
Lalu saya melihat seorang ibu berjualan donat keliling. Saya menghampiri ibu itu karena saya pikir ia bisa saya jadikan nara sumber wawancara tugas eksplorasi kelima. ibu itu mau saya wawancara sebentar. Namanya ibu Jon berumur 53 tahun. dia berasal dari Ambon, Maluku. Makananan kesukaaannya adalah sagu dan ikan. Dari cerita ibu itu, orang Ambon ternyata suka ikan dan sagu. Saya baru tahu kalau dulu orang Ambon tidak makan nasi. dulu mereka makan dengan singkong, dan beberapa makanan lain yang bukan nasi. Dan itulah makanan kesukaan ibu itu. Saya bertanya, "Mengapa ibu ke sini?" Ibu itu bilang, "Ibu dulu merantau waktu seumur kamu kelas 6 SD. Ibu dulu ikut abang. Setelah ibu SMA, ibu menikah di Cilegon dan sejak itu ibu tinggal di Cilegon." Saya merasa senang sekali dengan wawancara ini. Saya bisa senang setelah habis menangis karena saya telah berhasil mewawancarai orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Waktu saya mewawancarai ibu ini, teman-teman main saya menertawai saya. Tapi saya tidak peduli karena sedang mendengar cerita yang bagus dari ibu itu. Yang menurut saya menarik adalah, ibu itu dari Ambon, Maluku jauh-jauh datang ke Pulau Jawa bersama kakaknya. Dan satu lagi yang menarik buat saya adalah bahwa orang Ambon ternyata dulu tidak makan nasi sebagai makanan pokok. Saya cukup terkejut mengetahui bahwa umur ibu itu berbeda satu tahun dengan umur ibu saya yang akan berumur 54 tahun bulan Desember ini. Wawancara ini berlangsung singkat hanya sekitar 5-10 menit tapi saya bisa belajar banyak dari waktu singkat itu. Sekian dulu tulisan saya kali ini.

Sagu
Sumber gambar
https://en.wikipedia.org/wiki/Sago


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Akibat rotasi dan revolusi Bulan terhadap Bumi

Tantangan #07 #eksplorasi #klubOASE Wawancara Pedagang Beras Dan Pemilik Penggilingan Padi

Dari Pramugari, Menjadi Ibu Rumah Tangga, Tiga Anak Homeschooling.